Cross-Written Community

Bloody Inspirational Community To Turn Your Life Upside Down
It is currently Fri Jan 09, 2009 8:34 pm

All times are UTC + 7 hours


Forum rules


About TV, Movies, Music, Literatures, and Fashion



Post new topic Reply to topic  [ 4 posts ] 
Author Message
 Post subject: Slank dan DPR
PostPosted: Fri Apr 11, 2008 7:50 am 
Offline
User avatar
 WWW  Profile

Joined: Sun Jan 06, 2008 6:48 pm
Posts: 96
Lihat di :

http://www.youtube.com/watch?v=yz4L3rK7LdM


Mau Tau Gak Mafia Di Senayan
Kerjanya Tukang Buat Peraturan
Bikin UUD Ujung-ujungnya Duit...

Pernah Gak Denger Teriakan Allahu Akbar
Pake Peci Tapi Kelakuan Barbar
Ngerusakin Bar Orang ditampar-tampar...


he he..., keren!

Quote:
Analisis Redaksi
DPR, Slank, dan Al Amin

Syair sebuah lagu menohok DPR sampai-sampai lembaga terhormat itu berniat menggugat Slank, grup musik pencipta dan pembawa lagu tersebut. Penggalan syair itu menyebut ‘mafia senayan pembuat aturan yang ujung-ujungnya duit.’ Wakil rakyat pun tersinggung. Dalam keterangannya kepada pers, Dewan Kehormatan DPR menilai lagu itu melecehkan anggota DPR dan meresahkan keluarga para wakil rakyat.



Quote:
DPR, Slank, dan Al Amin

Kamis 10 April 2008, Jam: 10:15:00

Syair sebuah lagu menohok DPR sampai-sampai lembaga terhormat itu berniat menggugat Slank, grup musik pencipta dan pembawa lagu tersebut. Penggalan syair itu menyebut ‘mafia senayan pembuat aturan yang ujung-ujungnya duit.’ Wakil rakyat pun tersinggung. Dalam keterangannya kepada pers, Dewan Kehormatan DPR menilai lagu itu melecehkan anggota DPR dan meresahkan keluarga para wakil rakyat.

Slank bukan pemusik pertama yang mencoba mengusung kritik sosial. Sebelumnya kita mengenal ada Iwan Fals, Doel Sumbang, Kantata Takwa, Leo Kristy, almarhum Gombloh, dan sebagainya. Jauh ke belakang, malah ada Koes Plus di jajaran grup musik yang sering menyelipkan kritik di sela-sela syair lagunya.

Daftar pengkritik bisa bertambah panjang, bila dimasukkan nama-nama tokoh lain seperti anggota Petisi 50, sastrawan WS Rendra, politisi Sri Bintang Pamungkas, dan sejumlah aktivis LSM. Tidak berlebihan kiranya bila disebut setiap zaman atau rezim memiliki pengkritiknya sendiri-sendiri. Yang membedakan barangkali adalah reaksi dari pihak yang dikritik. Pada era Orde Baru, kritik cenderung dihadapi secara represif dengan tuduhan mengganggu stabilitas dan kewibawaan pemerintah.

Hari ini, di era reformasi yang katanya menjunjung tinggi demokrasi dan mencita-citakan pemerintahan bersih, ternyata masih ada pihak-pihak yang tipis kupingnya menghadapi kritik. Reaksi DPR yang berencana menggugat Slank atas syair lagu mereka, masuk dalam kategori ini. Padahal lagu itu tak cuma menyentil wakil rakyat, di sana ada polisi, jaksa, hakim, menteri, bahkan LSM berlatarbelakang agama yang juga dikiritik.

Celakanya, di mata rakyat, di antara anggota dewan yang tipis telinga terhadap kritik tersebut, terdapat mereka yang tebal muka alias tak tahu malu ketika melakukan bermacam penyimpangan. Mulai dari bolos datang ke Senayan, tidur ketika rapat, melakukan lobi politik yang mengkhianati kepentingan rakyat, sampai yang berbau kriminal seperti terlibat pemerasan, penyuapan.

Hanya dalam hitungan jam setelah DPR bersikap keras terhadap Slank atas kritik dalam syair lagunya, Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Al Amin Nasution, seorang anggota DPR, di Hotel Ritz Carlton Jakarta. Ia dituduh menerima suap senilai Rp71 juta dari seorang pejabat di Pemkab Bintan, Kepulauan Riau, yang dinihari itu turut ditangkap.

Tak bisa dihindari, penangkapan itu seolah membenarkan apa yang didendangkan Slank tentang adanya mafia di kalangan politisi Senayan. Artinya, kritik tersebut bukan sekadar ekspresi kebebasan seni yang asal-asalan. Sebaliknya, merupakan kritik yang memiliki pijakan realitas jelas.

Rencana DPR menggugat Slank akhirnya hanya akan menuai lelucon, apalagi lagu yang dipersoalkan ternyata sudah dipublikasi sejak 2005. Kalau yang dipersoalkan adalah substansi kritik, bukankah kritik itu benar adanya? Kalau yang dipersoalkan adalah cara mengkritik, ini yang sering disebut-sebut, tepatkah mencari sebuah cara tepat untuk mengkritik lewat pengadilan?***


http://www.poskota.co.id/redaksi_baca.asp?id=697&ik=31

_________________
By what you decide to do everyday, you will be a good man or not


Top
 
 Post subject: Re: Slank dan DPR
PostPosted: Fri Apr 11, 2008 12:44 pm 
Offline
User avatar
 Profile

Joined: Thu Jan 17, 2008 11:00 am
Posts: 121
Slank emang TOP....lah emang bener kog takut dikritik? katane demokrasi? hahaha

_________________
Nanny Smurf is a nanny to the Smurfs (as her name implies). She has a pet named Smoogle.


Top
 
 Post subject: Re: Slank dan DPR
PostPosted: Fri Apr 11, 2008 1:35 pm 
Offline
User avatar
 WWW  YIM  Profile

Joined: Thu Jan 17, 2008 2:02 pm
Posts: 427
Location: Jakarta
geezeee... indonesia, mau jadi negara apa sih?
mau dibawa kemana ini negara?
ke atlantis aja deh, biar menghilang dari peredaran

_________________
F1do's Planet
www.f1do.tk
Image


Top
 
 Post subject: Re: Slank dan DPR
PostPosted: Fri Apr 11, 2008 9:21 pm 
Offline
Forum Admin
User avatar
 WWW  YIM  Profile

Joined: Sun Jan 06, 2008 2:42 am
Posts: 487
Location: Smurf Village
reaksi DPR terhadap lagu slank adalah bukti lain kalo Indonesia adalah negara democrazy bukan democracy.

demokrasi mestinya bikin pemerintah takut ama rakyat dan bukannya rakyat yang takut ama pemerinatah..

siap-siap aja Orba 2.0 bentar lagi rilis.

_________________
Image


Top
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 4 posts ] 

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 0 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to:  
cron
Powered by phpBB © 2000, 2002, 2005, 2007 phpBB Group  
Design By Poker Bandits | Tweaked by Saxman