Cross-Written Community

Bloody Inspirational Community To Turn Your Life Upside Down
It is currently Fri Jan 09, 2009 8:26 pm

All times are UTC + 7 hours


Forum rules


About Anything That Matters In Life



Post new topic Reply to topic  [ 1 post ] 
Author Message
 Post subject: Menik (1)
PostPosted: Mon Mar 03, 2008 12:49 pm 
Offline
 Profile

Joined: Fri Feb 29, 2008 5:16 pm
Posts: 64
Menik melangkah perlahan menuju pintu depan. Ruang tamu yang tadinya gelap, tiba-tiba saja terang benderang. Ayahnya berdiri di depannya dengan tatapan tajam.
“ Mau kemana ?” Menik mulai memasang benteng pertahanannya.
“ Ke pesta ulangtahun Rita.”
“ Kamu sudah mendengar keputusan papa tadi pagi, kan ?”
“ Menik tahu, tapi tidak setuju dengan keputusan itu. Papa juga tahu kan, Rita itu sahabat Menik ?” Ayah Menik mendesah panjang.
“ Kenapa kamu sangat keras kepala, nak ?”
“ Kenapa juga papa sangat keras kepala ?”
“ Papa mengajari kamu untuk bertanggung jawab. Papa bilang kamu boleh pergi tapi selesaikan dulu tugasmu.” Tangan Menik terkepal erat-erat menahan geram di hatinya.
“ Menik bukan pembantu pa. Teman-teman Menik tidak ada yang harus cuci baju sendiri, setrika baju sendiri, cuci sepatu sendiri, mereka punya pembantu. Menik capek!”
“ Papa juga capek kerja seharian, tapi masih mengerjakan pekerjaan rumah.” Menik melirik jam tangannya.
“ Kamu tidak boleh pergi, nak.”
“ Menik tetap pergi.”
“ Kamu senang melawan papa hanya karena pesta ulang tahun ?”
“ Ini bukan hanya pesta ulang tahun pa, tapi masalah prinsip. Apa yang Menik pikir itu, benar, dan akan aku pertahankan.” Ayah Menik terdiam.
“ Pintu ini terbuka dan kamu bisa memilih.” Ayah Menik membuka pintu depan lebar-lebar. Menik sempat tertegun sesaat.
“ Menik pergi pa.” Menik melangkahkan kakinya keluar dari rumah. Detik itu dia tidak menyadari, kalau malam itu adalah malam terakhir dia melihat ayahnya.
Keesokan harinya……
“ Kuatkan hatimu nak, papa sudah pergi.” Menik hanya bisa terpaku dalam pelukan mamanya Rita, dengan tatapan kosong dan perasaan hampa.

---000---

“ Menik, kamu dapat telphon tadi.” Sejak pagi Menik duduk sambil melamun di ruang tamu. Itu adalah tempat dimana dia melihat ayahnya untuk terakhir kali. Mamanya Rita, Rita dan keluarganya, bergantian datang untuk menjenguk dia. Menik hanya tinggal berdua dengan ayahnya dan tantenya yang di Jogja, akan datang 2 minggu lagi, katanya.
“ Menik, tante Siska tiba hari ini. Katanya beliau akan membawa kamu ke Jogja.” Rita duduk di samping Menik seraya memeluknya. Airmata menetes di pipi sahabat Menik itu.
“ Kalau kamu pergi, aku sama siapa Nik ?”
“ Bukannya masih dua minggu lagi, tante ?”
“ Tidak jadi katanya. Hari ini tante akan tiba dan besok langsung memboyong kamu ke Jogja. Siapkan barang seadanya dan kapan-kapan barang yang lain bisa diambil. Atau kamu telphon tante, kalau ada barang yang perlu dikirim ke sana.” Menik kembali menatap keluar rumah.
“ Menik, kamu harus tabah, semangat dan ceria lagi seperti dulu. Walau aku tidak rela kamu pergi tapi aku yakin, di Jogja kamu akan mendapat kebahagiaan kamu kembali. Jangan lupa main ke rumahku ya, kapan-kapan.” Menik sudah tidak bersemangat untuk mengeluarkan pendapat apapun. Gara-gara pendapatnya yang terakhir, penyesalan yang bersarang di hatinya saat ini. Terserah, mau kemanapun hidupnya akan mengarah, dia pasrah.


Top
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 1 post ] 

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 0 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to:  
cron
Powered by phpBB © 2000, 2002, 2005, 2007 phpBB Group  
Design By Poker Bandits | Tweaked by Saxman