Cross-Written Community

Bloody Inspirational Community To Turn Your Life Upside Down
It is currently Sat Mar 13, 2010 10:26 am

All times are UTC + 7 hours


Forum rules


About Anything That Matters In Life



Post new topic Reply to topic  [ 12 posts ] 
Author Message
 Post subject: Percakapan di Pekuburan
PostPosted: Mon Mar 03, 2008 12:42 pm 
Offline
 E-mail  Profile

Joined: Fri Feb 29, 2008 5:16 pm
Posts: 64
Percakapan di pekuburan

Panasnya terik matahari dan peluh yang membanjiri tiap-tiap wajah di pekuburan, tidak menghentikan mereka untuk mengantar sekali lagi seseorang yang telah selesai masa tugasnya. Malam datang dan terdiam, memilih sebagai pendengar setia, percakapan mahluk-mahluk yang sedang menunggu akhir.

“ Ada orang baru ya ?” Tidak ada yang tahu suara itu berasal dari mana, berbaur dengan desau angin dan kelamnya malam.
“ 3 orang penghuni baru. Wah, harus diadakan acara perkenalan nih.”
“ Betul…betul, saya setuju. Sekarang kan kita sudah bertetangga, tidak baik kalau tidak saling kenal. Ayo, yang tadi di kubur jam 10 pagi memperkenalkan diri terlebih dahulu.” Agak lama tidak terdengar suara apa-apa, mungkin penghuni baru yang dimaksud masih malu-malu.
“ Hm…, saya yang tadi dikubur jam 10 pagi.” Suara wanita.
“ Matinya kenapa ?”
“ Saya kecewa, kecewa kepada Tuhan !!” Suaranya yang agak serak dan terdengar getir, menimbulkan seruan simpatik dari penghuni lainnya.
“ Waduh…waduh, ada apalagi ini ?” Merasakan adanya perhatian yang besar untuk dirinya, dia mulai bercerita.
“ Suami saya selingkuh, anak saya masuk rumah sakit jiwa dan saya terlilit hutang.”
“ Jadi…matinya bunuh diri ?” Wanita itu terdiam.
“ Engga usah malu-malu, disini juga banyak yang bunuh diri, dibunuh dan hanya sedikit yang meninggal karena memang sudah waktunya.”
“ Iya, saya bunuh diri. Pertama minum racun serangga, lalu berdiri di rel kereta api, tapi selalu gagal. Akhirnya saya lompat dari bus metro mini yang lagi ‘ngebut’, untung usaha saya yang terakhir tidak sia-sia.”
“ Wah…wah, mau mati kok niat sekali. Maju terus pantang mundur.” Suara tua itu terkekeh-kekeh.

“ Andaikan saya punya waktu lebih banyak, pasti semakin banyak juga yang bisa saya lakukan. Sayang sekali ibu ini mengakhiri hidupnya seperti itu, padahal Tuhan memberikan kesempatan untuk memikirkan kembali jalan yang ingin ditempuh.” Suara yang ikut ambil bagian, menggambarkan seseorang lelaki yang dewasa, sabar, dan sopan santun.
“ Anda penghuni baru yang dikubur jam 1 siang tadi, kan ? pekerjaannya apa ? Meninggalnya bagaimana ?” Terdengar nada kagum dari si penanya, sedikit menduga-duga kalau yang baru bicara tadi seorang ahli filsafat atau pemuka agama.
“ Saya dokter…” Jawabnya lembut.
“ O…h, ternyata orang kaya. Orang kaya memang suka menghakimi orang susah dengan sesukanya. Enak sekali anda menghakimi saya.” Wanita yang bunuh diri tadi terdengar sewot.
“ Iya…betul…betul…” Terdengar beberapa suara yang berseru setuju.
“ Orang kaya hidupnya selalu enak, makanya suka sekali bersikap seperti orang yang paling tahu kehidupan.” Wanita itu semakin bersemangat, saat mendengar dukungan atas dirinya.
“ Orang kaya tidak selalu enak hidupnya, apalagi kalau harus menghadapi perebutan harta di dalam keluarga.” Sebuah suara ikut mengambil bagian.
“ Anda penghuni terakhir yang dikubur jam 3 siang kan ? Wah, orang kaya rupanya.”
“ Kayanya seru nih, cerita dong.” Lelaki yang sepertinya orang kaya tadi, mendesah berkali-kali sampai akhirnya …..
“ Saya meninggal karena dibunuh.” Suaranya hampir tak terdengar, mungkin sedih atau malu.

“ Dibunuh ??!! kejam banget. Pakai sistem ‘mutilasi’ gak ? lagi nge’trend’ cara itu sekarang.”
“ Saya tidak dipotong-potong seperti cerita di tv, masih utuh…..ah, padahal sebelum meninggal, saya ingin sekali berkumpul dan berdamai dengan keluarga saya, tapi saya sudah terlanjur meninggal. Andaikan dulu saya tidak gila kerja, pasti tidak ada penyesalan seperti ini.” Hening sejenak, seperti memberikan kesempatan orang tersebut untuk mencurahkan isi hatinya.
“ Saya sedih sekali, saat melihat keluarga saya tidak merasa kehilangan saya, mungkin mereka malah senang……” Suaranya semakin terdengar serak.
“ Tetap saja kisah hidup saya yang paling malang. Walau bapak ini di bunuh, tapi dia sempat hidup enak dan banyak duit.” Wanita yang bunuh diri tadi terdengar tidak puas.
“ Bapak dokter sendiri bagaimana kisah hidupnya ?” Terdengar deheman pelan.
“ Saya dari keluarga biasa-biasa saja, ibu penjahit dan ayah saya pemabuk sejati, yang akhirnya meninggal karena ditabrak truk. Selepas dari SMA, semua biaya sekolah dan hidup harus ditanggung sendiri, tapi syukurlah saya selalu dicukupkan. Saya gembira sekali saat akan dikirim ke Aceh, berarti cita-cita saya untuk menjadi dokter yang berguna untuk orang lain bisa tercapai. Sayang…..pesawat yang saya tumpangi jatuh dan….disinilah saya.”
“ Mulia sekali hati pak dokter, wah…wah…jarang ada orang seperti anda. Saya angkat topi untuk bapak.” Terdengar nada kagum dari si pembicara barusan.

“ Tetap saja, kisah hidup saya yang paling malang, rasanya dunia tidak adil kepada saya.” Wanita yang bunuh diri tadi, terus berusaha untuk mencuri perhatian para penghuni.
“ Kok anaknya bisa gila, kenapa ?”
“ Ah,….saya hanya ingin membela nama baik keluarga.” Suaranya terdengar seperti aktris sedang melakonkan perannya.
“ Memang nama baik keluarga harus dijunjung tinggi, saya setuju, bu.” Wanita itu kembali bersemangat.
“ Saya hanya membela anak saya yang dipermalukan di depan umum, anak yang saya kandung selama 9 bulan dan orang lain memperlakukan dia dengan seenaknya. Tentu saja saya tidak bisa terima !!” Nada suaranya berapi-api.
“ Udeh dibela kok jadi gile, pegimane ceritanye.. ?” Terdengar desah pelan.
“ Orang yang saya maki-maki ternyata dosen pembimbing skripsinya, dan anak saya sudah harus lulus tahun itu, kalau tidak akan dikeluarkan dari kampus.”
“ Gurunya toh, pantesan….” Hari mulai mendekati suara ayam jantan berkokok, yang tandanya mereka harus segera menghentikan percakapan mereka.
“ Eh mas orang kaya, boleh dong kita tahu siapa yang membunuh mas ?”
“ Tidak baik membicarakan orang yang masih hidup. Lagipula, nama baik keluarga saya bisa tercoreng.”
“ Gimana sih mas ini, kita kan sudah mati dan disini orang tidak perduli lagi dengan nama baik. Tinggal tunggu waktu untuk menghadap Yang Kuasa.” Terdengar seruan setuju.
“ Ayolah mas orang kaya, jangan ada rahasia di antara kita. Eh, kok kaya judul lagi ya ?” Suara tua itu kembali terkekeh-kekeh.
“ Adik saya.” Terdengar seruan terperanjat dari berbagai penjuru pekuburan.
“ Masa ampun, bapak ini dari keluarga Mafia ya ? seperti yang di film-film.”
“ Mungkin…karena semasa hidup tidak rukun dengan keluarga, saling curiga, menjatuhkan dan…ah, cuma penyesalan yang saya bawa mati. Kenapa semasa hidup dulu, tidak saya pergunakan waktu untuk yang benar-benar penting.” Suaranya terdengar getir dan penuh penyesalan.
“ Kukuruyuk !!” Selesai atau tidak, semua percakapan harus berhenti. Mereka terdiam sambil merenungi masa hidupnya. Desau angin seolah mengejek mereka yang hidup dengan sia-sia, menganggap Tuhan kejam, dan atas rasa takut menunggu keputusan terakhir dari Sang penentu.
:evil:


Top
 
 Post subject: Re: Percakapan di Pekuburan
PostPosted: Tue Apr 01, 2008 1:08 pm 
Offline
User avatar
 E-mail  WWW  YIM  Profile

Joined: Fri Jan 11, 2008 1:03 pm
Posts: 92
Location: Di ruang praktek dong
Keren euyyy....

tragis


Top
 
 Post subject: Re: Percakapan di Pekuburan
PostPosted: Tue Apr 01, 2008 3:31 pm 
Offline
User avatar
 E-mail  WWW  YIM  Profile

Joined: Thu Jan 17, 2008 2:02 pm
Posts: 427
Location: Jakarta
perasaan di alkitab sesama roh, ga saling ketemu... kecuali di surga kale
(Baca coba: Perumpamaan orang kaya dan Lazarus)

_________________
F1do's Planet
www.f1do.tk
Image


Top
 
 Post subject: Re: Percakapan di Pekuburan
PostPosted: Tue Apr 01, 2008 7:29 pm 
Offline
 E-mail  Profile

Joined: Fri Feb 29, 2008 5:16 pm
Posts: 64
namanya juga fiksi...hehehe...thanks udah baca...yang penting pointnya sampe ke pembaca...

gni


Top
 
 Post subject: Re: Percakapan di Pekuburan
PostPosted: Wed Apr 02, 2008 8:09 am 
Offline
User avatar
 E-mail  WWW  YIM  Profile

Joined: Thu Jan 17, 2008 2:02 pm
Posts: 427
Location: Jakarta
iya deh iya

kasihhhh dahhh

_________________
F1do's Planet
www.f1do.tk
Image


Top
 
 Post subject: Re: Percakapan di Pekuburan
PostPosted: Wed Apr 02, 2008 11:59 am 
Offline
 E-mail  Profile

Joined: Fri Feb 29, 2008 5:16 pm
Posts: 64
Selama membaca cerita ini, dilarang.. :

1. membaca pas jam 12 malam
2. membaca di daerah kuburan
3. membaca di deket peti mati...hehehe

sontoloyo n om fido bacanya dimana nih ?
luv
gni


Top
 
 Post subject: Re: Percakapan di Pekuburan
PostPosted: Wed Apr 02, 2008 1:04 pm 
Offline
User avatar
 E-mail  WWW  YIM  Profile

Joined: Fri Jan 11, 2008 1:03 pm
Posts: 92
Location: Di ruang praktek dong
ehhmm.....di kantorr.....ini sama kaya didalam peti mati di kuburan....untung jam nya kaga 12 malam

sepiiiii


hehehehehhe


Top
 
 Post subject: Re: Percakapan di Pekuburan
PostPosted: Wed Apr 02, 2008 3:53 pm 
Offline
User avatar
 E-mail  WWW  YIM  Profile

Joined: Thu Jan 17, 2008 2:02 pm
Posts: 427
Location: Jakarta
gembrotnanimut wrote:
Selama membaca cerita ini, dilarang.. :

1. membaca pas jam 12 malam
2. membaca di daerah kuburan
3. membaca di deket peti mati...hehehe

sontoloyo n om fido bacanya dimana nih ?
luv
gni


kantor..
tapi gw ga pernah takut ama yg namanya setan
karena gw anak TUHAN :mrgreen:

_________________
F1do's Planet
www.f1do.tk
Image


Top
 
 Post subject: Re: Percakapan di Pekuburan
PostPosted: Wed Apr 09, 2008 6:40 pm 
Offline
 E-mail  Profile

Joined: Fri Feb 29, 2008 5:16 pm
Posts: 64
sontoloyo wrote:
ehhmm.....di kantorr.....ini sama kaya didalam peti mati di kuburan....untung jam nya kaga 12 malam

sepiiiii


hehehehehhe


terus...untung gak ada yang nyolek2...geli dooong....
but....lepas dari rasa serem2, ada kesan apa nih setelah baca ceritaku...???

thanks


Top
 
 Post subject: Re: Percakapan di Pekuburan
PostPosted: Thu Apr 10, 2008 8:39 am 
Offline
User avatar
 E-mail  WWW  YIM  Profile

Joined: Thu Jan 17, 2008 2:02 pm
Posts: 427
Location: Jakarta
gembrotnanimut wrote:
sontoloyo wrote:
ehhmm.....di kantorr.....ini sama kaya didalam peti mati di kuburan....untung jam nya kaga 12 malam

sepiiiii


hehehehehhe


terus...untung gak ada yang nyolek2...geli dooong....
but....lepas dari rasa serem2, ada kesan apa nih setelah baca ceritaku...???

thanks


ga ada kesan apa2, biasa aja
no offence :D

_________________
F1do's Planet
www.f1do.tk
Image


Top
 
 Post subject: Re: Percakapan di Pekuburan
PostPosted: Fri Apr 11, 2008 1:42 pm 
Offline
User avatar
 E-mail  Profile

Joined: Thu Jan 17, 2008 11:00 am
Posts: 122
setelah meninggal ada saja yg disesali......makanya selama masih hidup, buat lah yg berarti dan jgn sampai nanti menyesal.

_________________
Nanny Smurf is a nanny to the Smurfs (as her name implies). She has a pet named Smoogle.


Top
 
 Post subject: Re: Percakapan di Pekuburan
PostPosted: Sat Apr 19, 2008 11:14 am 
Offline
 E-mail  YIM  Profile

Joined: Wed Mar 12, 2008 10:51 am
Posts: 61
Penyesalan selalu datang terlambat :(
Sebelum c 'menyesal' itu dateng..
Ada baik na kita ngundang c 'pantang nyerah' dulu..huhuhu

(ga nyambung ya??hehehe)
Jbu

_________________
My greatest value in life is my value to GOD..
HE won't change..
My value to HIM will always be the same..
and it is the greatest value that i could ever had..


- A.R Bernard -


Top
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 12 posts ] 

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 0 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to:  
cron
Powered by phpBB © 2000, 2002, 2005, 2007 phpBB Group  
Design By Poker Bandits | Tweaked by Saxman