Cross-Written Community

Bloody Inspirational Community To Turn Your Life Upside Down
It is currently Sat Jul 31, 2010 5:41 am

All times are UTC + 7 hours


Forum rules


About Culture, Politics, Business, Education, and Science



Post new topic Reply to topic  [ 13 posts ] 
Author Message
 Post subject: "GIVING" as our new culture
PostPosted: Wed Feb 13, 2008 12:39 pm 
Offline
User avatar
 E-mail  Profile

Joined: Mon Jan 14, 2008 11:21 pm
Posts: 18
Oprah di Metro TV Minggu kemarin menayangkan wawancara dengan Bill Clinton. Ternyata wawancara itu adalah inisiatif dia untuk promote buku terbarunya: GIVING.

Dalam acara itu ditampilkan beberapa orang yang punya pengalaman "berbagi", dari anak kecil yang secara spontan ngirim 360 dollar untuk bantu yatim piatu HIV/AIDS di Afrika (yang akhirnya berkembang jadi program yang dapet donasi dari Bill Clinton sebesar US$ 500.000), Andre Agassi yang diriin sekolah yang uang sekolahnya dia subsidi & lebih concern terhadap perkembangan anak2 (termasuk anak2 yang ortunya dipenjara), terus ada juga yang merancang website untuk support pengusaha2 kecil, yang orang bisa klik untuk milih dari daftar pengusaha ini n donate (bisa mulai dari US$ 25), n kita bisa pantau gimana perkembangan usahanya dan dana yang masih dibutuhkan.

In short, tayangan itu kasih aneka inspirasi untuk bantu orang lain, dan bukan sekedar "membantu" tapi gimana masing-masing dari kita setiap harinya punya kesempatan untuk "change other people's life".

Yang agak "mengganggu" adalah sering disebut2nya wilayah seperti "Uganda", "Africa", "third world countries", atau "poor countries". Dalam kacamata global memang udah terbentuk kotak-kotak "negara maju", "negara dunia ketiga", "negara miskin", yang dari satu sisi ekstrim boleh dibilang semacam bentuk dominasi barat/utara terhadap timur/selatan, dengan membangun persepsi bahwa kita di dunia ketiga atau negara miskin lebih mewakili kaum lemah tak berdaya yang perlu ditolong oleh mereka yang lebih punya power (lebih maju, lebih kaya, lebih rasional, lebih berpendidikan, dst).

Tentu kita tidak perlu memandang masalah ini dengan asumsi dan prasangka yang mendasari wacana orientalisme/poskolonial. Argumen-argumen neoliberalisme/neoimperialisme memang terus jadi kontroversi gak habis2. Kita selalu berada dalam tegangan antara mengkambinghitamkan barat/utara (baca: negara maju/kaya) untuk eksploitasi yang mereka lakukan terhadap sumber daya dan buruh2 di negara miskin, ATAU berintrospeksi apakah kita sudah mengerahkan segala daya upaya untuk menjadi bangsa yang lebih mandiri, lebih bermartabat, dan punya sikapnya sendiri.

Kita tentu bisa melepaskan diri dari kotak2 "perbedaan" (bangsa, suku, political interests), kembali ke kepedulian yang sederhana sebagai insan sosial. Banyak contoh yang disebut dalam buku Clinton sebetulnya ada bertebaran di negri kita. Penggangguran, eksploitasi buruh, kemiskinan, kesulitan akses pendidikan dan kesehatan. Nggak perlu jauh2 ke Uganda atau Afrika. Tidak jauh dari outlet2 GAP di mal ada pabrik2 konveksi dengan ratusan buruh yang gajinya di bawah UMR. Di Gunung Kidul yang gersang tandus banyak keluarga yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Optimistically speaking, kita harus appreciate apa yang Bill Clinton publikasikan lewat bukunya GIVING. Bisakah kita membangun culture yang sama di negeri kita, yang sebetulnya tergolong third world countries, tapi juga surga konglomerat yang bisa merubah pasal-pasal jadi duit. Hal2 sederhana apa yang bisa kita lakukan untuk membagi kelebihan kita pada mereka yang berkekurangan?


Top
 
 Post subject: Re: "GIVING" as our new culture
PostPosted: Wed Feb 13, 2008 12:56 pm 
Offline
Forum Admin
User avatar
 E-mail  WWW  YIM  Profile

Joined: Sun Jan 06, 2008 2:42 am
Posts: 520
Location: Smurf Village
wah kalo untuk ngebangun kebudayaan yang sama di indo mungkin rada susah, karena orang indonesia, first of all bermental inferior, seperti yang pernah gue bahas dulu. kita punya mentalitas kalo kita butuh bantuan dan mengharapkan bantuan dari orang lain. zaman orba dulu suharto bisa dengan bangga berhasil 'ngutang' karena itu tandanya kita dipercaya katanya.

gue pernah nulis tentang perbedaan american dream dan indonesian dream di sini:
http://aslongasicandream.blogspot.com/2 ... dream.html

_________________
Image


Top
 
 Post subject: Re: "GIVING" as our new culture
PostPosted: Wed Feb 13, 2008 1:33 pm 
Offline
User avatar
 E-mail  Profile

Joined: Mon Jan 14, 2008 11:21 pm
Posts: 18
Sebenernya kalo nonton Fast Food Nation, Bowling for Columbine, atau ngikutin manuver2 US dengan invasi ke Irak atau lewat badan2 keuangannya (IMF, World Bank), ditambah kebijakan2 subsidi untuk pertanian mereka supaya bisa merambah pasar dunia dengan harga murah, GIVING bukan budaya Amerika. Tapi di luar segelintir pejabat pemerintah atau petinggi2 lembaga itu masih banyak rakyat biasa yang terpanggil untuk introspeksi. Gw yakin mereka banyak belajar selepas rasa shock mereka pasca9/11, katrina, dan peristiwa lain.

I'm not pro America, bahkan salah satu faktor mentalitas kita yang jeblok juga dipengaruhi keputusan untuk berkiblat pada US: utang sama mereka, menerima bantuan2 mereka, membiarkan tambang2 di-exploit mereka, dan menadah barang2 impor dari mereka. Amerika juga dituding sebagai negara penyumbang polusi terbesar di dunia dan yang paling belakangan bersedia (atau belum?) meratifikasi Protokol Kyoto tentang global warming.

But well, all of these facts tidak menghentikan spirit warga mereka yang masih punya nurani untuk berbuat baik pada sesamanya. Banyak kepedulian sosial justru tumbuh di dalam negri yang dihujat banyak orang itu. Jadi, sebetulnya tidak ada alasan untuk tidak berubah asal kita mau.

Ini juga bukan momen yang tepat untuk keluarin buku itu, karna dalam persepsi global, US saat ini diberitakan tengah menuju resesi mengikuti masalah sub-prime loan tahun lalu. But again, itu juga bukan alasan, seperti Bill Clinton juga tidak pernah menyebut2 post power syndrome atau menjadikannya alasan untuk tidak contribute something to the world. Dia justru memanfaatkan posisinya di luar kancah politik dan menjadikannya good opportunity untuk "give" & "serving others", hal yang gak bisa dia lakukan semasa pemerintahannya yang menuntut dia untuk "get, get, and get" - dapetin suara, dapetin dukungan/keberpihakan, dst).

A pessimist sees a difficulty in every opportunity. An optimist sees an opportunity in every difficulty 8-)


Top
 
 Post subject: Re: "GIVING" as our new culture
PostPosted: Thu Feb 14, 2008 3:34 am 
Offline
User avatar
 E-mail  Profile

Joined: Wed Jan 09, 2008 11:18 am
Posts: 228
Location: *di balik tirai*
na, kita aja yang bikin.

loe bikin bukunya, or bikin apa kek gitu...

si jed sama saxman suruh bikin web buat promosinya.

bayangin deh,
kalo 10 juta orang aja yang mau nyumbang...
masing2 1000 rupiah, itu udah 10,000,000,000 lho...

nah, anak SD aja bisa nyumbang kalo cuma 1000...

A pessimist sees a difficulty in every opportunity. An optimist sees an opportunity in every difficulty :P

nah, gw jadi cirlidernya... hihihihihih.

_________________
"Love is like playing the piano. First we must take the lessons and learn the rules. Then, we must forget these rules and play from the heart." - Anonymous.


Top
 
 Post subject: Re: "GIVING" as our new culture
PostPosted: Fri Feb 15, 2008 1:45 pm 
Offline
User avatar
 E-mail  Profile

Joined: Sat Jan 26, 2008 4:31 pm
Posts: 101
sejarah dunia mencatat bahwa seluruh penduduk dunia ini bisa mengalahkan ancaman pembolongan ozone oleh CFC
dan juga sedang mencatat bahwa seluruh penduduk dunia bisa menguranig global warming,..
maka demikian juga mestinya bisa berlaku untuk mengakhiri kemiskinan
*begitu kira-kira kata-kata Jeffery Sachs dalam bukunya The End of Poverty*

begitu juga kita mestinya bisa mengubah negara indonesia untuk lebih baik, dengna melakukan just simple act of giving,.
sedangkan gua ajah masih enggan untuk ngasih duit peminta-minta di jalanan,atau sekedar beli koran di perempatan....

_________________
Image
:::dwiAgus:::


Top
 
 Post subject: Re: "GIVING" as our new culture
PostPosted: Sun Feb 24, 2008 10:01 am 
Offline
User avatar
 E-mail  Profile

Joined: Mon Jan 14, 2008 11:21 pm
Posts: 18
Gw jarang ngasih peminta2, karna dulu sempet ada campaign "stop beri uang untuk anak jalanan", yang akhirnya gw terapkan untuk semua peminta2. Ditambah lagi ada jaringan dan calo2 yang nadah setoran dari peminta2 ini.

Untuk sehari2nya gw lebih suka netepin sejumlah tip untuk supir taksi atau orang2 salon yang jelas2 kerja, terlebih kalo service-nya memang bagus. Juga di resto (yang nantinya dibagi2 buat waiter-nya). Gw pikir itu salah satu shortcut untuk reward pekerjanya langsung, yang belum tentu dapet profit share yang adil dari perusahaan.


Top
 
 Post subject: Re: "GIVING" as our new culture
PostPosted: Sat Mar 01, 2008 1:54 am 
Offline
User avatar
 E-mail  Profile

Joined: Wed Jan 09, 2008 11:18 am
Posts: 228
Location: *di balik tirai*
betul, gw setuju ma ina.
gw juga skrg ga pernah ngasi uang ma peminta2.
karena gw dilema, ga tau mana yang bener dan yang engga. apa yang sebaiknya ga dilakukan dan yang bisa.

di tempat gw juga ada jaringan dan calo2 yang kayak dibilang ina itu.
bahkan, parahnya, yang menjadi korban itu anak2 kecil seumuran tk sampe kelas 2 sd.

dah diajari sedemikian rupa buat bikin orang kasihan, atau ketakutan kalo ga ngasi.

gw pernah didatangi anak kecil gitu, dan gw ga ngasi duit seperti yang selama ini gw putuskan.
15 menit sesudah anak itu meninggalkan gw, gw melihat anak yang lebih gede mencambuki tu anak yang minta2 ma gw itu, sambil marah2. itu kira2 20 meter dari gw.

dan 5 meter dari mereka, ada satu bapak2 yang memperhatikan...
gw langsung curiga.
dan bener, setelah anak yg lebih gede itu selesai mencambuki dann bentak2 tu anak yang lebih kecil itu, tu bapak datang deketi mereka, dan ikutan marah2.

gw jadi mikir, kalo gw ngasi, gw salah.
gw ga ngasi, tu anak dianiaya di depan gw.

mana yang lebih penting,
ngasi: bekerjasama dengan sebuah eksploitasi anak kecil.
ga ngasi: tu anak bener2 dicambuki di depan mata gw, sampe tereak2 kesakitan.

apa duit 5ribu itu sebegitu berharganya buat gw, atau pada tempatnyakah gw memegang prinsip gw ga ngasih itu?
gw sungguh2 ga tau...

_________________
"Love is like playing the piano. First we must take the lessons and learn the rules. Then, we must forget these rules and play from the heart." - Anonymous.


Top
 
 Post subject: Re: "GIVING" as our new culture
PostPosted: Sat Mar 01, 2008 10:35 am 
Offline
Forum Admin
User avatar
 E-mail  WWW  YIM  Profile

Joined: Sun Jan 06, 2008 2:42 am
Posts: 520
Location: Smurf Village
Gue udah lama mendukung kampanye "Stop Beri Uang" kepada pengemis cilik.

Para pengemis cilik itu dalam sehari bisa mengumpulkan hingga 100ribu hanya lewat mengemis doank, simply karena orang kasihan ama mereka.

Ketika ditanya mana orang tua mereka oleh wartawan TV, mereka menjawab "Ayah lagi tidur, Ibu lagi di rumah tetangga."

Mereka dari kecil dieksploitasi untuk mencari uang (mestinya kan orangtua) dan putus sekolah.

Mengemis emang kerjaan yang mudah kalo aja elo emang punya tampang 'gampang dikasihani' kayak anak-anak itu. Gimana mereka mao stop ngemis coba kalo pendapatan mereka lebih gede dari rata-rata orang dewasa yang dah kerja banting tulang.

Kenapa kita harus stop beri mereka uang:
1. mereka mestinya sekolah
2. orangtuanya mana? tanggung jawab donk.
3. mereka dapat duit karena masih kecil, bayangkan kalo mereka dah usia 15 tahun ke atas...apa masih ada yang mao kasih mereka duit?

Ketika gak ada lagi yang kasih mereka duit (karena badan udah gede) apa yang mereka akan lakukan untuk hidup? mereka gak punya skill sama sekali. so hampir dipastikan mereka adalah calon preman/penjahat masa depan.

so, please jangan pernah kasih duit sama anak kecil.

Mungkin lebih tepatnya, hanya giving ke orang2 yang elo kenal aja.

_________________
Image


Top
 
 Post subject: Re: "GIVING" as our new culture
PostPosted: Mon Mar 03, 2008 2:01 pm 
Offline
User avatar
 E-mail  Profile

Joined: Sat Jan 26, 2008 4:31 pm
Posts: 101
gua juga jaraaaanggg banget ngasih ke pengemis anak kecil,...

tapi gua sering beli koran yang dijajakan anak kecil,.. dan kadang suka ngasih lebih.

gua sih mikirnya,..caranya menghentikan eksploitasi anak untuk dijadikan pengemis bukan dengan kampanye stop ngasih duit,... tapi kejar dan hukum orang yang mengeksploitasi itu seberat-beratnya,....
itu opini gua sih,....

_________________
Image
:::dwiAgus:::


Top
 
 Post subject: Re: "GIVING" as our new culture
PostPosted: Thu May 01, 2008 11:55 pm 
Offline
User avatar
 E-mail  Profile

Joined: Mon Jan 21, 2008 9:39 pm
Posts: 106
Location: Promised Land
@intimate: Pada konteks kasus yang elo ceritain, udah pernah coba kasih makanan [kecil]?

Kasih makanan [kecil] daripada kasih duit ke pengemis adalah ide dari guru BK gue waktu SMP. Jed udah jabarin kenapa lebih baik ga kasih duit ke pengemis. Pada kasus intimate, gue pun akan ngerasa bersalah ketika ga ngasih duit. So, ide ngasih makanan [kecil] bisa jadi solusi. Good lcuk.. :)

Melalui posting ini gue juga mo ngajak temen2 buat nyumbang sesuatu buat bumi. Mungkin ada yang udah tau, gue remind aja. Klik http://www.mybabytree.org. Di situ WWF ngajak kita untuk tanem pohon di Kalimantan cuma Rp 45rb/pohon dan bisa dipantau lokasi pohon kita setelah 1 bulan kemudian melalui Google Earth. Pembayaran pun gampang banget bisa melalui KlikBCA ato ATM BCA, yang di luar Indo bisa pake Paypal.

_________________
Handy Smurf can do anything in the village. Not only can he fix anything, he can also invent 1,001 useful machines. A robot, a plane, a little train and even a machine that can Smurf rain and blue skies. As he's always busy, you'll spot him in blue overalls with a pencil over his ear.


Top
 
 Post subject: Re: "GIVING" as our new culture
PostPosted: Fri May 02, 2008 9:15 am 
Offline
Forum Admin
User avatar
 E-mail  WWW  YIM  Profile

Joined: Sun Jan 06, 2008 2:42 am
Posts: 520
Location: Smurf Village
iya tuh, gue dukung mybabytree.org

_________________
Image


Top
 
 Post subject: Re: "GIVING" as our new culture
PostPosted: Sat May 03, 2008 10:49 am 
Offline
User avatar
 E-mail  Profile

Joined: Mon Jan 21, 2008 9:39 pm
Posts: 106
Location: Promised Land
unfortunately pembayaran via BCA tidak lagi ada. Berikut email yang gue terima dari mybabytree.org hari ini [02 Mei 08].

Quote:
Dear Hadi,

Unfortunately we have discontinued the payment by BCA ATM since paypal is
a more secure way and allows us to inform you of all updates. Please do
consider using paypal, it is very simple and secure.

Thanks!

Dear mybabytree.org,
>
> Is there another payment method beside paypal? Thank you.
>
> Best Regards,
>
> Hadi Gunawan

_________________
Handy Smurf can do anything in the village. Not only can he fix anything, he can also invent 1,001 useful machines. A robot, a plane, a little train and even a machine that can Smurf rain and blue skies. As he's always busy, you'll spot him in blue overalls with a pencil over his ear.


Top
 
 Post subject: Re: "GIVING" as our new culture
PostPosted: Sun May 04, 2008 2:56 pm 
Offline
User avatar
 E-mail  WWW  YIM  Profile

Joined: Sun Jan 06, 2008 4:17 pm
Posts: 370
pengennn... tapi ga punya duit:(

_________________
Smurfette was created by Gargamel to destroy the Smurfs.After a successful operation of "plastic smurfery", Papa Smurf transformed the ugly and unhappy Smurfette into the blond bombshell she is today. His magic changed her nature and her hair color. Smurfette loves flowers and the color pink.


Top
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 13 posts ] 

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 0 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to:  
cron
Powered by phpBB © 2000, 2002, 2005, 2007 phpBB Group  
Design By Poker Bandits | Tweaked by Saxman